Ikan, mengapa baik dimakan???

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ikan, mengapa baik dimakan???

Post by kristz07 on Sun Jun 01, 2008 4:56 pm

Makan ikan sekarang sangat dianjurkan. Padahal zaman nenek kita dulu, makan ikan sering ditabukan. Pengalaman ibu muda mengungkapkan larangan itu. “Saya itu sangat suka ikan. Jadi, waktu menyusui, saya tetap juga makan ikan. Saya pikir nggak apa-apa. Eh, nggak taunya nenek yang waktu itu datang menengok, marah-marah, ngomel terus, katanya ibu yang sedang menyusui tidak boleh makan ikan. Nanti air susunya amis, dan anaknya bisulan.” Ceritanya mengenang peristiwa beberapa tahun lalu.

Semula ia memang percaya. “Wong namanya orang tua, kata-katanyakan harus diturut,” tambah nyonya muda itu lagi. Tetapi setelah ia melihat sandiwara di televisi dan juga tulisan tentang pentingnya makan ikan, ia pun langsung meneruskan kegemarannya makan ikan. Dan, nyatanya memang bayinya tidak apa-apa, juga ia bersyukur sekali anaknya yang sulung suka sekali makan ikan.

KEUNIKAN DAN KEUNGGULAN IKAN
Telah lama diketahui, nilai gizi ikan bukan saja baik sebagai sumber protein hewani seperti yang lain, namun ternyata ikan juga punya potensi sebagai sumber gizi lain, seperti vitamin A, yodium, mineral, Ca, phosphor, Mg, dan kalsium. Ikan juga merupakan salah satu komoditas yang kaya akan proteintetapi rendah kolesterolnya.
Ikan laut, ikan tambak, dan ikan tawar di negeri kitayang didaratannya juga banyak sungai dan danaunya ini, dengan sendirinya menjadi salah satu bahan makanan rakyatnya sejak dulu. Dengan meningkatnya pengertian perihal gizi, dan berkembangnya seni masak memasak, ikan dengan mudah mendapatkan kedudukan yang semakin baik.
Beberapa keunggulan ikan :
- ikan berkolesterol rendah dan menjadi hidangan ideal bagi mereka yang menjaga kelangsingan tubuh. Kandungan lemak pada sebagian besar jenis ikan dibawah 5%, dan lemak ini sebagian besar bukan lemak jenuh (unsaturated). Semua jenis ikan cocok untuk menu kolesterol rendah.
- Ikan mudah dicernakan . Ini merupakan pertimbangan yang penting bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam pencernaan.
- Ikan kaya fosfor, bahan penting bagi semua sel dan tenaga metabolisme.
- Ikan kaya zat besi, bahan yang diperlukan untuk haemoglobin di dalam darah
- Ikan kaya iodine, bagian penting dari thyroxin, yaitu hormone yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental.
- Ikan mudah mengolahnya. Waktu untuk masak singkat, hingga bahan gizi penting tidak banyak hilang sebagaimana terjadi apabila waktu masak yang lama.

BISUL DAN SAKIT JANTUNG
Apa yang ditakutkan nenek di awal cerita ini, bahwa kalau makan ikan bias jadi bisulan itu tidak benar sama sekali. Sebeb bisul pada anak kecil bukanlah karena terlalu banyak makan ikan, tetapi disebabkan karena amat banyak makan makanan yang kaya akan kolesterol, seperti lemak, susu full cream, telur, buah alpukat dan durian.
Sedangkan pendapat yang menyebutkan bahwa makan ikan bias mengurangi sakit jantung itu memang benar. Ini diperkuat dengan adanya keyakinan para ahli gizi dan kedokteranyang menyatakan bahwa bangsa yang mengkonsumsi ikan dalam jumlah relative cukup jarang mengidap penyakit jantung (kardiovaskuler). Mereka menyebutkan contoh suku bangsa Eskimo atau penduduk di Perfektur Chiba dan Okinawa, Jepang, yang hamper tidak pernah ada yang menderita penyakit jantung.
Mengapa pemakan ikan jarang terserang penyakit jantung ini karena rahasia ikan yaitu adanya kandungan asam lemak tidak jenuh(asam lemak Omega 3) yang dapat mempengaruhi fungsi dinding pembuluh darah dan fungsi sel trombosit berupa thromboxan A3 dan prostacylin atau prostaglandin 12.
Pada garis besarnya, menurut Dr Land dari Universitas Chicago, Amerika Serikat, proses pengendapan aterom atau deposit lemak yang lambat laun menyumbat serta menyempitkan pembuluh darah dapat tercegah. Sekaligus pula mekanisme anti agregasi atau penggumpalan fungsi trombosit dikurangi. Kontraksi otot dinding pembuluh darah dan melalui proses biokimia kadar lemak darah seperti kolesterol dan lain-lain pun berkurang.
Dari penyelidikan dr. Daat Kromhout dari Universitas Leiden, Belanda terhadap sekitar 852 orang dewasa berumur sekitar 40 tahun hingga 59 tahun di Zutphen (1960-1980) diketemukan kasus kematian karena serangan jantung (penyakit jantung koroner) terutama 50% lebih rendah pada orang yang makan ikan sekitar 30 gr sehari, dibandingkan dengan yang sama sekali tidak pernah makan ikan. Oleh sebag itu para ahli menganjurkan untuk minimal satu atau dua kali seminggu ikan dapat dihidangkan pada acara santap siang atau santap malam kita.

PETUNJUK MENGOLAH IKAN
Ada 4 petunjuk mengolah ikan :

1. Kebersihan. Termasuk disini cara mengeluarkan isi perut dan membersihkan sisik. Untuk mengeluarkan isi perut, bagian perut dipotong mualai dari perut sampai ke kepala dan isinya dikeluarkan. Lapisan tipis dinding perut yang berwarna hitam harus dibersihkan pula.

2. Daya Tahan. Daging ikan yang lembut mempunyai daya tahan dan kelenturan yang terbatas. Namun bias ditingkatkan dengan membubuhi asam, air jeruk, atau cuka, supaya daging menjadi lebih padat dan tidak mudah hancur apabila dimasak. Asam juga menghilangkan bau amis.

3. Bumbu. Banyak jenis ikan tidak perlu diberi bumbu lagi karena rasa daging ikan itu sendiri sudah enak. Tetapi garam selalu perlu supaya rasa daging semakin menonjol. Ikan baru digarami sesaat menjelang diolah, karena kalau didiamkan terlalu lama garam akan mencair dan membawa serta sari ikan. Selain itupun menjadi kering.

4. Selera lembut. Ikan juga seafood pada umumnya punya selera lembut. Banyak resep-resep yang diciptakan dengan kemampuan menangkap selera-selera lembut ini. Banyak pula resep yang sifatnya mempertahankan sebanyak mungkin sifat asli dari ikan atau seafood yang diolahnya, dan menitik beratkan pada bumbu atau saos yang diciptakan untuk mendampingi ketika hidangan disantap.


HATI-HATI MEMILIH IKAN
Meskipun keunggulan ikan bagi tubuh manusia tidak diragukan lagi, namun cerita tentang keracunan akibat (langsung maupun tidak langsung) dari makhluk ini patut diwaspadai. Kasus Minamata di Jepang yang mengakibatkan ratusan orang menjadi cacat tubuh dan puluhan meninggal adalah akibat pencemaran mercuri dalam ikan-ikan di perairan Minamata. Hal ini juga terjadi di Teluk Jakarta, meskipun hanya dalam skala kecil saja. Tetapi cukup membuat konsumen ikan harus ekstra hati-hati terhadap ikan yang dibelinya.
Kalau di Minamata, kadar mercuru telah mencapai angka 120 hingga 2000 ppm (part per million), maka kadar yang sama di Teluk Jakarta mencapai angka 0,03 ppm. Sedangkan biota lautnya mengandung 0,005 sampai 1,9 ppm kadar mercuri. Celakanya pencemaran Teluk Jakarta ternyata tidak dari mercuri saja namun dari macam-macam logam berat seperti Ph, Ni, dan Cn. Diperkirakan sumber logam berat ini berasal dari pabrik-pabrik di sekitarnya ataupun industri yang membuang limbah melalui 17 sungai yang bermuara di kawasan teluk.
Penelitian pada ikan yang berasal dari Teluk Jakarta hasilnya adalah : ikan tongkol (segar) 0,24 - 2,83 ppm, tenggiri 0,19 - 2,48 ppm, bandeng 0,11 - 2,62 ppm dan kembung 0,03 - 5,10 ppm. Angka-angka ini berarti 50% dari semua jenis ikan yang diteliti telah melampaui batas maksimum, mercuri yang diperbolehkan Badab Kesehatan Dunia WHO). Oleh karenanya pemerintah seharusnya dapat memprioritaskan penanganan soal yang cukup kritis ini.
Anda tentu menjadi ragu apakah ikan yang dijual di pasar-pasar Jakarta itu aman untuk dikonsumsi atau tidak? Jangan dulu gusar, karena sumber Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Dinas Perikanan menyebutkan hampir 98% konsumsi ikan di Jakarta berasal dari penangkapan diluar perairan Teluk Jakarta.
Dengan mengetahui kelebihan/keunggulan ikan dan juga kekurangannya, tentu kita semua akan menjadi lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan bagi keluarga.

kristz07
Administrator
Administrator

Jumlah posting : 890
Join date : 20.04.08
Age : 28
Lokasi : tasikmalaya

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik