Bos Bus Patriot Dibunuh

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bos Bus Patriot Dibunuh

Post by gRreenh0Lic on Mon Jun 23, 2008 6:57 am

Bos Bus Patriot Dibunuh
Saturday, 21 June 2008
Bandung, Warta Kota
Perempuan pemilik perusahaan otobus Patriot, Ny Yanti Heriyanti Idris (47), sekaligus pedagang permata ditemukan tewas di kamar rumahnya di Jalan Badaksinga, Bandung, Sabtu (21/6) pukul 10.00. Yanti diduga menjadi korban pembunuhan.

Ny Yanti dikenal sebagai pengusaha sukses, terutama bidang transportasi. Selain terkenal karena memiliki perusahaan otobus (PO) Patriot, Yanti juga dikenal sebagai pebisnis perhiasan terutama berlian. Selain PO Patriot, PO Merdeka juga dikelola oleh keluarganya yang tinggal di kawasan elit Jalan Badaksinga No 5, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Bus Patriot dan Merdeka lebih banyak melayani trayek Bandung ke daerah-daerah di Jawa Barat dan Jakarta. Beberapa situs di internet menyebutkan bahwa keberadaan PO Patriot diawali dengan PO Merdeka dan kemudian berkembang menjadi PO Gardena Bintang Permata Sari yang lebih banyak dijadikan bus karyawan. Menurut beberapa situs di internet, PO Merdeka didirikan tahun 1960 oleh orangtua Haji Idris Suherman, orangtua Ny Yanti.
Menurut seorang saksi mata, Junaedi (43), jasad Yanti pertama kali ditemukan oleh putrinya sendiri, Raisya B Mahaputri alias Putri (19). "Waktu itu saya sedang minum kopi di depan rumah bersama teman-teman. Lalu mendengar teriakan dari dalam rumah. Yang teriak Putri," tutur Junaedi kepada wartawan.
Semula, ia menyangka Putri berteriak karena terjatuh. Namun, saat ia masuk ke dalam kamar, Junaedi melihat Putri menangisi ibunya yang tergeletak di lantai dengan wajah penuh darah. "Putri tadinya bersikeras menyuruh saya membawa ibu ke rumah sakit. Tapi saya tidak berani karena melihat darah. Kata saya kalau sudah begini lebih baik memanggil polisi," tambahnya.
Dua rekan Junaedi, Emod (52) dan Asep (34), akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Tak lama berselang, anggota dari Polwiltabes Bandung, Polresta Bandung Tengah, dan Polsekta Coblong datang ke rumah tersebut. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara sampai pukul 13.00.
Selain memintai keterangan dari saksi-saksi, beberapa anggota polisi juga terlihat melihat kondisi di atas rumah berlantai dua tersebut.
Wakapolresta Bandung Tengah Kompol Toni Binsar kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih belum memastikan penyebab kematian korban. "Memang saat ditemukan ada beberapa luka di bagian kepala. Tapi soal penyebab kematian kami masih belum bisa memastikannya," katanya.
Luka yang diderita oleh Yanti terdapat di dahi dan bibir. Dari dua luka sobek tersebut keluar darah. Selain itu, ada luka lebam di bagian wajah. "Kemudian ada kuku korban yang patah," ujar Toni.
Apakah luka itu akibat benturan? Toni belum bisa memastikannya."Atau karena pukulan, kami belum tahu. Untuk penyebab kematian kami akan menunggu hasil otopsi," ucapnya.
Satu hal, Toni memastikan bahwa tidak ada barang-barang milik korban yang hilang. Perhiasan yang dipakai pun masih terpasang di badannya.
Untuk menguak misteri kasus ini, polisi memintai keterangan empat saksi. Mereka adalah Junaedi, Emod, Asep, dan Ogi (19). Junaedi, Emod, dan Asep adalah tukang yang sedang memperbaiki rumah juragan angkutan yang terletak di Jalan Badaksinga. Sedangkan Ogi adalah pembantu di rumah tersebut. Hingga pukul 17.00, keempat saksi tersebut masih diperiksa oleh anggota Sat Reskrim Polresta Bandung Tengah.

Papan atas
Dari tempat kejadian, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya kain sutera halus yang saat kejadian menempel di tubuh korban. Jenazah Yanti kemudian diotopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Anggota keluarga kompak menutup rapat info seputar Yanti, termasuk keluarga dan bisnisnya.
Yang jelas, rumah berpagar tinggi yang dihuni Yanti Heriyanti Idris ini terletak di kawasan elit, tak jauh dari Rumah Sakit Boromeus. Meski keluarga berada, rumah Yanti di Badaksinga tergolong sederhana, apalagi dia pun jarang tinggal di sana.
Rumah ini dengan cepat ditutup rapat, dengan penjagaan ketat. Padahal, para kerabat dan keluarga lalu lalang untuk melayat.
Hanya beberapa orang yang diperbolehkan masuk. Selain pihak keluarga, hanya polisi yang diperkenankan masuk. Suasana duka begitu kental terasa. Kerabat yang datang tampak menangis.
"Rencananya Ibu memang mau pulang ke Ciamis hari ini," kata Junaedi yang memperbaiki rumah ini sejak seminggu lalu.
Yanti memang berasal dari Cikoneng, sebuah daerah di Kabupaten Ciamis. Junaedi mengakui mengenal Yanti sejak puluhan tahun lalu. "Ibu itu yang punya bus Patriot dan bus Merdeka. Saya suka kerja dengan Ibu sejak 1990. Tapi baru seminggu ini kerja tetap di sini untuk perbaikan rumah," kata Junaedi.
Ia menambahkan, beberapa hari lalu Yanti menyuruhnya untuk memperbaiki rumah di Badaksinga. "Saya memang suka disuruh benerin rumah. Rumah yang ini sudah pada bocor dan ada saluran yang mampet," ucapnya.
Karena itulah, ia dan Emod berangkat dari Ciamis ke Bandung untuk memperbaiki rumah milik bos PO Patriot ini. Rumah tersebut biasanya hanya dihuni oleh Raisya B Mahaputri alias Putri (19). Yanti sendiri baru datang di Bandung Selasa (17/6) pekan lalu.
Setelah bekerja selama seminggu, Junaedi meminta izin pulang ke Ciamis. "Tapi kata Ibu, pulangnya sama-sama saja hari Sabtu. Katanya Sabtu juga dia mau pulang," tambah Junaedi.
Biasanya, pukul 07.00 Yanti selalu membangunkan seluruh pekerja. "Tapi hari ini tidak seperti itu. Sampai jam 8 pun saya belum melihat Ibu," tuturnya.
Bahkan, pukul 09.00 ia sempat meminum kopi bersama Emod, Asep, dan Ogi. Baru pukul 10.00, ia melihat Yanti karena Putri berteriak-teriak. Kali ini, ia melihat juragannya dalam kondisi menyedihkan.
Di mata Junaedi, Yanti sendiri merupakan sosok yang ramah. "Ibu baik," katanya.
Yanti akhirnya benar-benar pulang ke Ciamis untuk dikebumikan. Penyebab kematiannya masih misterius. Namun, diduga kuat Yanti menjadi korban pembunuhan. (Tribun Jabar/ito/tig)

Sumber :
Code:
http://www.wartakota.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5261
______________________________________

Innalillahi Wa Innailahi Rojiun
Ane cuman mau ikut berduka cita sedalam-dalamnya, atas kejadian ini. Smoga yg ditinggalkan mendapat ketabahan...

_________________

Komunitas Torpia Indonesia

gRreenh0Lic
Technical Support
Technical Support

Jumlah posting : 242
Join date : 26.04.08
Age : 71

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bos Bus Patriot Dibunuh

Post by kristz07 on Sun Jul 27, 2008 9:53 pm

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun

ane baru tau loh, kalo korban adalah ibu dari teman seangkatan kita..

turut berduka cita sedalam-dalamnya.

kristz07
Administrator
Administrator

Jumlah posting : 890
Join date : 20.04.08
Age : 28
Lokasi : tasikmalaya

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik